Songhelou: Legenda Kuliner Suzhou yang Menghadirkan Cita Rasa Kekaisaran
Bagi para pencinta kuliner Tionghoa otentik, nama Songhelou bukanlah sekadar nama restoran biasa. Didirikan pada masa pemerintahan Kaisar Qianlong dari Dinasti Qing, restoran ini merupakan salah satu institusi kuliner tertua dan paling dihormati di Tiongkok. Kini, dengan reputasi global dan rating yang solid di angka 4,2, Songhelou terus menjadi destinasi utama bagi mereka yang ingin mencicipi kemegahan masakan Su (Suzhou) yang melegenda.
Warisan Sejarah yang Tak Tertandingi
Songhelou memiliki sejarah yang membentang lebih dari 250 tahun. Konon, Kaisar Qianlong sendiri pernah singgah di restoran ini dalam perjalanannya ke selatan Tiongkok dan sangat terkesan dengan hidangan yang disajikan. Nama “Songhe” sendiri smokey ribs kemang melambangkan pohon pinus dan burung bangau—dua simbol tradisional dalam budaya Tionghoa yang bermakna umur panjang dan keberuntungan. Makan di sini bukan sekadar menikmati hidangan, melainkan merayakan warisan budaya yang telah terjaga selama berabad-abad.
Menu Ikonik: Squirrel-Shaped Mandarin Fish
Bintang utama yang membuat Songhelou mendunia adalah hidangan Squirrel-Shaped Mandarin Fish (Songshu Guiyu). Hidangan ini adalah mahakarya teknik pisau tingkat tinggi:
-
Presentasi: Ikan disayat sedemikian rupa sehingga saat digoreng, dagingnya merekah menyerupai bulu tupai.
-
Cita Rasa: Disiram dengan saus asam manis yang kental dan berwarna merah cerah, hidangan ini menawarkan tekstur yang sangat renyah di luar namun lembut dan berair di dalam.
-
Filosofi: Setiap suapan mencerminkan keseimbangan rasa yang menjadi ciri khas kuliner Suzhou—elegan, segar, dan tidak berlebihan.
Pengalaman Makan yang Berkelas
Interior Songhelou biasanya dirancang dengan estetika klasik yang menggabungkan elemen tradisional Suzhou dengan kenyamanan modern. Penggunaan kayu gelap, dekorasi seni kaligrafi, dan suasana yang tenang menciptakan ruang yang ideal untuk perjamuan keluarga maupun pertemuan bisnis formal.
Selain ikan legendarisnya, restoran ini juga menawarkan berbagai hidangan laut segar, sup yang dimasak perlahan, dan dim sum khas wilayah Jiangnan yang halus. Setiap bahan dipilih berdasarkan kesegaran musiman, memastikan bahwa setiap kunjungan memberikan profil rasa yang berbeda sesuai dengan waktu panen.
Mengapa Songhelou Tetap Relevan?
Meskipun industri kuliner terus berubah, Songhelou tetap bertahan di jajaran atas karena komitmennya pada keaslian. Di tengah maraknya tren makanan cepat saji, Songhelou tetap setia pada metode memasak tradisional yang membutuhkan ketelitian tinggi. Dengan rating 4,2, pelanggan mengakui bahwa restoran ini berhasil mempertahankan standar kualitas yang konsisten, baik dalam hal pelayanan maupun kelezatan masakan.
Bagi siapa pun yang ingin merasakan bagaimana rasanya menjadi tamu kehormatan kekaisaran, kunjungan ke Songhelou adalah sebuah kewajiban. Ini adalah tempat di mana sejarah dan rasa bertemu di atas meja makan.
Apakah Anda ingin saya memberikan rekomendasi menu pendamping terbaik di Songhelou atau membantu mencari lokasi cabang terdekatnya untuk Anda?
